Jumat, 11 Mei 2012

ayam birma

Ayam Burma Ori ataupun F1 yang sudah di import ke luar negara asalnya

1. Berat badan ayam ini kurang lebih di bawah 3kg

2. Postur tubuhnya pun mirip sekali dengan ayam kampung yang ada di negara kita

3. Tulangan ayam ini relative kecil ( kecuali sudah di Crossbreeding )

4. Mempunyai Jari kaki yang kecil dan panjang

5. Jenis bulu yang di miliki ayam ini adalah cenderung menjauhi warna ayam Thailand
ayam thailand memiliki warna dominan seperti Kuning Merah, Merah Hitam, atau pun hitam dan lainnya
sementara ayam ini lebih kepada warna warna campuran dari Merah, abu abu, wido serta menjauhi warna primer ayam Thailand ( bangkok )

6. Ayam Ori ( asli ) Myanmar ini mempunyai gaya tarung yang unik yaitu, Nimpuk atau Nampar atau pranggal
atau apapun itu sebutannya yang mendefiniskan bagaimana ayam ini bertarung tanpa mematuk kepala
ataupun mematuk bagian tubuh lain sebelum memukul, jadi ayam ini berlaku spontan langsung memukul
dan ini merupakan cara jitu untuk melukai tubuh lawan, kelebihan lain ayam ini adalah, mereka
mempunyai sifat memukul tanpa mematuk nah dengan begitu mereka pun susah sekali untuk di patuk, cara
ayam ini mengindarpun terbilang unik, ada yang dengan cara mundur sambil mukul, atau berlari kesamping
sambil mukul, ngolong dan jarang sekali terlihat bermain rapat, sehingga untuk ayam ini sangat di
anjurkan sekali permainan jangka pendek yang menggunakan Taji dengan catatan kita tau gaya tarung
musuh seperti apa.
(wrote: mr.ghana)

kl ayam kampung ....(heheh..udah pd tau sendiri)

mungkin sebagai gambaran ayam burma



ni adalah kesimpulan dari sedikit ilmu yg saya ketahui baik dari article ataupun org yg sudah pengalaman ternak,dan di bawah saya lampirkan salah satu referensi dari article mengenai teknik beternak, dan teknik beternak ini yg sedang saya jalankan,mohon maaf jika masih banyak kekurangan ilmu mohon di bimbing lebih jauh dan smga bisa brmanfaat bgi teman2..

Kesimpulan mengenai teknik Beternak:

Dalam Beternak kita mengenal 3 sistem breeding:

InBreeding: yaitu sistem breeding (peternakan) yg mengawinkan saudara sekandung contoh ayam di kawinkan dgn ayam lain yg masih berasala dari satu jago dan babon..

Line Breeding: sistem yg mengawinkan ayam yg masih sepupuan tdak berasal dari satu ayah dan ibu tpi masih berasal dari satu kakek dan nenek

Cross Over Breeding: Sistem yg mengawinkan ayam yg bukan berasal dari satu ayah dan ibu atau dari satu kakek dan nenek paling tidak dalam 5 generasi..

Dalam sistem Inbreeding dan LineBreeding: masih terdapat celah kelemahan yg besar terutama dalam sistem Inbreeding yaitu menurunnya kesehatan ayam tersebut,atau kesuburan ayam tersebut karena terciptanya bawaan gen yg hampir sebagian besar sama di mana dalam setiap gen menyembunyikan faktor2 kelemahan (resesiv)..(Subhanallah Islam sudah dari dulu mengharamkan kawin dengan saudara kandung, dan mensunnahkan untuk kawin dengan orang yg bukan saudara slain mperbanyak saudara juga mperbaiki gen2 tubuh,pdhal saat itu belum di temukan ilmu genetika)

Cross Over Breeding: sistem perkawinan ini merupakan salah satu sistem yg dapat paling tidak pmeprbaiki kelemahan dari setiap turunan dengan variasi gen bawaannya yg semakin luas,juga keunggulan2 dari setiap gen yg di bawa..semakin jauh hubungan saudara ayamnya maka akan semakin besar coeefecient cross over breedingnya dgn demikian akan semakin besar vigur heterozigotnya dan akan semakin memacu perbaikan sistem kesehatan,kestabilan mental dan pertumbuhan ayam tersebut..Maka yg Paling baik adalah dgn melakukan teknik beternak dgn cara cross over breeding dengan ayam yg berbeda ras atau trah.

Contoh I:

Jika Anda mengawinkan Birma (jago) dan Birma (Babon), dimana ayam birma di kenal dgan sistem ketepatan,kecepatan dan variasi pukulan, tetapi juga di kenal dengan kelemahan tulangan yg tipis dan rapuh,..tentu anda tidak bisa berharap anakan yg lahir dari turunan ini akan menghasilkan anakan yg bertulang tebal, bagus dan kuat..karena memang tidak ada dalam gen bawaan induknya..

Tetapi kemudian anda menyilangkan Jago Bangkok, yg dikenal dgn Tulangan yg besar dan Bagus, tetapi juga di kenal dgn kelemahan teknik yg sedikit monoton..anda lalu menyilangkan jago ini dgn Babon Birma (yg dikenal dgn bawaan kelbihan dan kekurangannya).Tentu dari hasil ternakan ini anda bisa mengharapkan akan melahirkan anakan ayam yg memiliki ketebalan tulangan yg cukup besar dan bagus serta kecepatan,variasi dan ketepatan pukulan karena sifat2 ini ada dalam gen bawaan induknya...

Nah lalu contoh kasus lagi:

jika anda memiliki ayam pemacek mari kita sebut dengan istilah P(a), kemudian melahirkan keturunan F1(a) kemudian anda mengawinkan ayam ini dengan hasil ternakan dari pemacek P (b) yg melahirkan anakan F1(b), tentu anakan yg lahir bawaan gennya akan jauh lebih variatif dari pda gen bawaan F1(a) atau F1(b), teknik pemulian ini di gunakan untuk mndapatkan keturunan yg lebih kompleks kelebihannya melalui beberapa kali pemulian..

Atau anda juga bisa memadukan dua konsep beternak antara Cross Over dan Line Breeding, contoh:

dalam sistem genetika di kenal istilah sbb:
P = parental atau indukan
f1= fillial keturunan 1 (anak)
f2 = keturunan 2 (cucu)

lalu,

Anda memiliki Jago (a) sebagai Pemacek, lalu di kawinkan dgan 2 Babon brbeda trah misal Birma dan Bangkok, hasil anakan ini di sebut dgn sistem cross over breeding, lalu anda mengawinkan lagi anakan dari Jago (a) dan Babon Birma dgn anakan dari Jago (a) dan babon bangok untuk memiliki variasi yg lebih besar dari bawaan dan keunggulan gen masing2, maka sistem beternak ini di sebut sbagai perpaduan antara Cross Over dan Line Breeding...

Ada juga nech masukan bahwa: sifat tarung anakan akan lebih dominan turun dari babonnya,sedangkan tongkrongan alias tampilan fisik akan lebih dominan dari pemaceknya (jagonya).. makanya salah satu cara menyeleksi babon dengan melihat tarungnya.. Ini untuk menyesuaikan tarung si Babon dg teknik tarung pemaceknya..mis: pemacek main atas, babon main atas maka anakan2 yg keluar jga rata2 akn main atas...

dan ada banyak kesalah pahaman pengertian dari peternak..biasanya mereka akan membeli sepasang anakan jago dan betina dari indukan (pemacek dan babon unggulan), membeli sepasang tdaklah salah jika ini tdak d kawinkan sesamanya, tetapi menjadi salah ketika anakan sepasang ini dikawinkan sesamanya karena ini d sebut sebagai inbreed dgn tingkat coeffecient yg tinggi (saudara kandung) yg awalnya di harapkan untuk memiliki ayam yg kualitasnya sama dengan induknya, memang secara penampilan :tulangan,warna bulu dan karakteristik sifat akan kurang lebih sama seperti indukan tetapi jika di tinjau dari segi ketahanan tubuh dari penyakit, kesuburan dan kekuatan mental akan jauh berbeda dari indukan ini di sebabkan karena gen nya telah menjadi homozigot sangat lah besar tdak lagi mnjadi heterozigot..

dan juga ada yg mengawinkan ayah dan anak, atau anak dan ibu yg masih memiliki coeffecient inbreeding yg tinggi..(Subhanallah di situlah Allah mberikan akal pda manusia mbedakannya dengan hewan, karena hewan perlu kita yg mengaturnya agar tdk trjadi perkawinan sperti hal d atas tetapi manusia tlah memiliki akal sndiri untuk tdak mlakukan hal trsebut).

Maka seorang peternak yg baik : akan merekam semua silsilah keturunan ayam tersebut dgn semua kelebihan dan kekurangan yg dimiliki oleh indukan2 yg di kawinkan, sampai ke keturunannya..jadi jika anda membeli se ekor ayam dari seorang peternak yg baik anda bisa menanyakan silsilahnya dan sistem breeding apa yg di pakai dan alasannya mengapa, shingga anda bisa mengetahui keturunan dari ayam anda dan kelebihan2 gen dari ayam yg anda beli brdasarkan turunannya..ini akan sangat mpermudah anda, jika anda ingin beternak lagi dari ayam yg anda beli tersebut. anda akan mudah mngidentifikasi ingin di ternakkan dgn sistem apa dan kekurangan apa yg perlu di tutupi dan kelebihan apa yg perlu d tambah, sehingga akan mudah menentukan akan di silangkan (cross over) dengan ayam dari trah apa untuk menutupi kelemahan tersebut..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar